Phone : +62 856 9175 8870 |

arul_albani@yahoo.com

POMSI

POMSI kepanjangan dari Perhimpunan Olah raga Merpati pos Seluruh Indonesia merupakan organisasi non profit sebagai wadah berkumpulnya klub-klub merpati pos di Indonesia. POMSI dibentuk untuk persaudaraan sesama penghoby merpati pos, setiap anggota dari klub-klub yang ada bisa saling bertukar pengetahuan, dibuatnya ivent-ivent skala Nasional, disatukan dengan penggunaan cincin POMSI untuk seluruh Indonesia seperti Negara maju lainnya.

POMSI berdiri sejak tahun 1968 diprakarsai oleh Bapak Totong Spanji (Ketua POMP ALBD Bandung saat itu) dan ketua umum terpilih saat itu May. Jend. Dr. Rubiono Kertopati, yang diresmikan di Jakarta. Kegiatan ini hanya berlangsung dua tahun saja (1968 – 1970)
Tahun 1970 – 1978 Kemudian kepengurusan POMSI lumpuh selama delapan tahun.
Tahun 1978 – 1982 Kepengurusan POMSI di segarkan kembali oleh Bapak Subagio dari POMP LLB Jakarta, namun juga tidak lama, hanya berlangsung selama empat tahun saja.
Tahun 1982 – 1985 Kepengurusan POMSI kembali lumpuh selama kurun waktu tiga tahun.
Tahun 1986 – 1991 POMSI kembali di aktifkan oleh Bapak Nyoto Satrio G dan Bapak Sriagung Banawi, keduanya tokoh dari POMP Garuda – Semarang.
Tahun 1991 – 1994 Bapak Bambang Purwana Bc. Hk dari POMP Garuda – Semarang
Tahun 1994 – 1997 Drs. H. Bambang Subiarto dari POMP Garuda – Semarang
Tahun 1997 – 2005 Drs. Bambang Illy dari POMP Angkasa – Solo ( tiga periode ). Istimewa sekali pengorbanan beliau untuk POMSI sampai bersedia memegang selama tiga periode karena tidak adanya orang yang bersedia memikul tanggung jawab ketua.
Tahun 2005 – 2011 Ache Sumantri dari POMP ALBD – ELANG – Bandung ( dua periode ), Bapak Ache Sumantri ketika itu adalah pendatang baru di dunia perposan, namun sudah tidak asing nama beliau di dunia merpati balap PPMBSI (tim Barakuda) banyak hal baru yang dihidupkan pada masa kepengurusan ini.
Tahun 2011 – 2014 Yakobus Hwiniarto dari POMP Mataram – Yogjakarta.
Tahun 2014 – 2017 Yakobus Hwiniarto dari POMP Mataram – Yogjakarta.
Terima kasih kepada semua “Pelaku Sejarah” yang tercatat namanya maupun tidak, semoga jerih payahnya tidak sia-sia.

Salam POMSI
AruLman